Minggu, 08 April 2012

Muliakan Harta dengan Berderma




[] RUBRIK : Kajian Utama


            Manusia mana yang tidak ingin hidup mulia. Banyak orang yang salah mengartikan kemuliaan,yaitu dengan menganggap bahwa pokok kemuliaan adalah dengan harta semata. Memang harta adalah salah satu sarana untuk mengangkat kemuliaan,akan tetapi harta seperti apakah yang mampu mengangkat kemuliaan seseorang.
Harta yang terbebas dari kikir

            Lawan dari kikir adalah derma[1] yang dimana kikir adalah sikap tercela yang berujung kepada kehinaan terhadap orang yang memiliki sifat tersebut. Maka dari itu apabila ingin mendapatkan kemuliaan yang hakiki, hendaklah menjauhi sifat kikir atas harta yang dimiliki, karena kikir adalah salah satu perbuatan dan seruan setan. Manusia manakah yang menjadi mulia bila ia mengikuti dan menjawab seruan setan.

            Allah swt,berfirman: “Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia (kemuliaan di dunia)..Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.”(QS.Al-Baqoroh. 268.)Didalam ayat tersebut dijelaskan bahwa setan senantiasa membisikan pada manusia berupa ketakutan akan kemiskinan apabila hendak berderma, padahal disatu sisi Allah menawarkan ampunan dan karunia bagi manusia yang mau menjauhi sifat kikir.

            Ibnu Abbas menjelaskan maksud dari “menyuruh kamu berbuat kejahatan” yaitu  maksudnya kikir,   dan   setan senantiasa menakuti manusia akan kemiskinan agar ia menjadi orang kikir. Adapun bila ia lebih memilih seruan Allah maka akan mendapatkan “ ampunan” dan juga “ karunia”. “karunia” tersebut maksudnya yaitu rizqi yang senantiasa bertambah dan 'ampunan” yakni Allah akan mengampuni hamba-Nya atas kemaksiatan yang dilakukan,sehingga akan mengangkat kembali derajat dan martabat manusia (mulia).[2]
            Bahkan Allah menggolongkan orang yang terbebas dari sifat kikir kedalam golongan orang-orang yang beruntung.
Allah swt,berfirman :
            “Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah  orang - orang  yang  beruntung “ (QS.Al Hasyr:9)
            Syaikh Sholeh bin Utsaimin berkata: ”Para ahli tafsir menjelaskan tentang kata “beruntung” maknanya adalah tercapainya tujuan yang dicari dan terhindar dari sesuatau yang dibenci”.

            Maka dari itulah jika kemuliaan yang dicari sudah sepatutnya kita mengganti sifat kikir dengan sifat derma atas harta yang kita miliki, dimana dengan berderma harta akan menjadi mulia karenanya. Akan banyak orang yang mencintai kedermawanan , selain itu juga dikategorikan Allah sebagai orang yang beruntung dan orang yang terhindar dari seruan setan. Wallahu'alam.

Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat

[1] Menurut kamus besar bahasa Indonesia; kata “Derma” diartikan pemberian yang timbul dari kemurahan hati
[2] Lihat Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al Qur'anul adzim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar